Tuesday, February 7, 2012

Silakan, Teman!

Satu bulan sudah lebih kami tak bercerita. Kabarnya besok, Rabu, dua orang teman berkenan mampir. Mereka datang dari jauh.

=0=0=0=0=0=0=

Pagi terang, langit cerah. Hari ini baru dibanding kemarin. Dan hari ini banyak yang harus kulakukan, yang sudah kuatur sejak kemarin.

Ketika beberapa orang mengatakan -entah serius, entah tidak-, "Ah, tak usah repot-repot," aku akan menjawab -dalam hati-, "Tak mungkin tak repot." Ini bukan sekedar menerima mereka, tapi juga memelihara adat dan kebiasan baik. Para pendahuluku dulu menyesakkan itu ke telinga dan isi kepala, sampai kepada rasa. Itu adalah rasa puas bila sudah sedikit paham akan kesenangan dari membiasakan kebaikan.

Aku juga pernah menjadi tamu bagi orang lain, yang benar-benar menjadikanku bukan orang lain baginya (mereka). Rasa nyaman selama tiga hari itu kuingat sampai hampir hari ke-1000-an ini dan seterusnya sepanjang aku mampu mengingat. Dan sebagai rasa terima kasihku, membuat orang lain merasakan kesempatan yang kudapat waktu itu di masa sekarang adalah pilihan yang kupilih.

=0=0=0=0=0=0=

"Tak mungkin tak repot. Dan aku senang melakukannya."

No comments:

Post a Comment