Aku hendak menjaga diri, supaya jangan aku berdosa, dengan lidahku;
aku hendak menahan mulutku dengan kekang selama orang fasik masih ada di depanku.
Aku kelu, aku diam, aku membisu, aku jauh dari hal yang baik; tetapi penderitaanku makin berat.
Hatiku bergejolak dalam diriku, menyala seperti api, ketika aku berkeluh kesah;
aku berbicara dengan lidahku:
"Ya TUHAN, beritahukanlah kepadaku ajalku, dan apa batas umurku, supaya aku mengetahui betapa fananya aku!
Sungguh, hanya beberapa telempap saja Kautentukan umurku; bagi-Mu hidupku seperti sesuatu yang hampa.
Ya, setiap manusia hanyalah kesia-siaan! Ia hanyalah bayangan yang berlalu!
Ia hanya mempeributkan yang sia-sia dan menimbun, tetapi tidak tahu, siapa yang meraupnya nanti.
Dan sekarang, apakah yang kunanti-nantikan, ya Tuhan? Kepada-Mulah aku berharap."
-Mazmur 39-
No comments:
Post a Comment