Monday, August 18, 2014

Teruntuk Dia yang Memberi Arti

 Rahmat namanya, pemuda Banjarmasin kelahiran 27 September 1986 yang menghias laman sejarah kita sejak 2010; sejak Kring Pajak 500200 masih merangkak bayi sampai akhirnya KLIP mandiri berdiri.
Seusai mengikuti tugas belajar di D3 Khusus Spesialisasi Perpajakan STAN, dia dipercaya menjadi bagian dari angkatan mula-mula petugas perpanjangan lidah DJP untuk melayani kebutuhan masyarakat akan informasi perpajakan lewat jejaring telepon.
Sejak awal kariernya, dia selalu bermanfaat bagi sesama, baik ketika menjadi seorang AgentTrainerTeam Leader, maupunAssessor.
Sebagai agen, pelayanannya selalu tulus, tuntas, berkualitas. Atas setiap jawaban yang diberikannya, WP mengamininya dengan puas. Dan semasa itu juga, memiliki keahlian yang lebih di bidang aplikasi elektronik, dia tak pernah sungkan berbagi ilmu dengan yang lain. Hingga kemudian, dengan kemampuan komunikasinya yang baik, dia pun ditunjuk untuk memberikan pelatihan-pelatihan formal. Itulah awal mula dia menjadi pembicara.
Dia melakukannya dengan sempurna, membuat peserta pelatihan menikmati dan merasa berjam-jam pelatihan sebentar saja. Dia membuat mereka mengingat ilmu yang dibagikan.
Bersamanya, tak ada sakit hati. Dia penuh canda tawa dan sapa cinta. Sambil berbagi ilmu, dia menanamkan juga semangat, "Kalau kita mau, kita pasti bisa!"
Karena etos kerja yang baik, dia berhasil menjadi agen berprestasi yang pantas diganjar kesempatan magang sebagai petugas Finding Error, mendengarkan rekaman, menemukan kesalahan pada jawaban.
Tapi, dia tak melulu mencari salah. Dia memberi lebih pada pekerjaannya. Jika cara penyampaian dan jawaban agen tidak sesuai, dia akan menemui agen secara pribadi. Lewat perbincangan ringan tanpa beban, ia pun memberitahu bagian mana dari jawaban itu yang masih kurang tepat dan bagaimana seharusnya. Sebaliknya, kalau agen memberikan jawaban dengan benar, dia akan mengapresiasinya sebagai prestasi yang mengagumkan. Dengan semangatnya, dia menceritakan kembali bagaimana percakapan antara agen dan WP berlangsung, menunjukkan betapa bangganya dia akan keberhasilan agen menangani permasalahan yang diajukan.
Sukses menjadi agen, dia dipercaya menjadi Team Leader—memimpin enam agen dalam satu tim. Pada posisi itu, dia tak hanya memperhatikan prestasi akademis, kebenaran jawaban sesuai peraturan, pemilihan kata yang tepat, dan lain-lain serupa itu, tapi juga emosi dan suasana hati anggotanya. Dia mau memberi waktu. Mendengarkan penat mereka. Berempati. Memotivasi. 
Katanya lagi, "Kita hanya akan bisa membuat perubahan kalau kita berkualitas."
Tak sekedar kata, Rahmat memiliki dan berhasil menunjukkan kualitasnya. Melakukan apapun dengan segenap hati dan akal budi. Buahnya, prestasinya terpatri. Pada 2013, bersama dengan dua rekan lainnya, dia lulus seleksi dan ditunjuk menjadi Penyuluh Pajak DJP. Dan, terlebih membanggakan lagi, memenangi award yang diselenggarakan olehIndonesia Contact Center Association dua kali dan ContactCenterWorld tiga kali, dia membuat Kring Pajak 500200 dan bahkan DJP semakin dikenal dan diakui di dunia per-contact center-an, nasional dan internasional.
Jiwa jawaranya teruji. Bahkan di kala sakit pun, semangat kompetisi tak bisa hilang darinya. Juni lalu, undangan presentasi CCW dikonfirmasinya lagi. Padahal saat itu tenaganya sudah mulai satu-satu. Meski saran teman agar dia beristirahat saja dulu sudah beribu, dia tetap memilih maju. Satu medali lagi, pikirnya. Benar saja. Bahkan dia berhasil membawa dua: emas dan perak; persembahan terakhirnya untuk kita.

Rahmat namanya. Sampai desah napas penghabisan, baginya, hidup adalah memberi arti—segenap hati dan akal budi.

No comments:

Post a Comment